Viral Kisah Catatan Perjalanan Anal Seks 1
Aopok.com - Garuda A 330-300 dengan nomor penerbangan 880 mendarat dengan mulus di Airport Narita, Kamis, 1 Agustus 2022, tepat jam 9:53 pagi waktu setempat. Jam tanganku yang masih setia mendisplay tanda waktu Jakarta menunjukkan angka 7:54 WIB, Aku melangkah perlahan dalam deretan panjang penumpang multi ras yang tak sabar untuk melepaskan kebosanan terbang berjam-jam dari Jakarta, di luar pesawat. Tepat di depanku sepasang Suami-Istri Japanese muda (atau kekasih) ribut mesra bagaikan sepasang cucakrowo.
Mataku langsung menangkap sosok si Pria yang lumayan tampan dengan badan atletis (jarang yang begini ini ditemui di antara pria-2 Skinny di Jepang). Sekali-2 si Pria menggerayangi pinggul dan pantat si gadis, sementara si gadis menggelendot manja sambil cekikikan. Antrian berjalan lambat dan adu piting di depanku makin seru seolah malam bagi keduanya. Aku terkesima melihat sedemikian ekspresifnya sang “sejoli” mengutarakan perasaannya, terlebih lagi di depan publik, dengan cueknya mereka saling menjawil, meraba, meluk, kissing dan .. ahh.. semoga teman-2 Japanese yang akan aku temui sehangat ini nantinya. Mengingat tempat sementaraku beraktifitas adalah Chiba Perfecture, yang masih asing bagi aku. Ehheemm..
“Ohayo Gozaimasu.. arigatoo!! (Selamat Pagi.. Terima kasih) ” Sapa pramugari di depan pintu keluar mengagetkanku. Sialan, apa tampangku seperti Japanese yang habis suntan (sampe gosong) di Bali apa? Aku masih bangga jadi orang Indonesia dengan dark skin-nya kok, buktinya waktu aku di Birmingham, setiap kali masuk G Bar, selalu dikelilingi Caucasians yg dalam setiap kesempatan selalu jadi admirers-ku! (nggak nyombong lho! J). Comment mereka selalu bahwa aku punya kulit yang bagus dan tidak kuning seperti Asian people lainnya. Yah aku sergah aja dengan “tentu aja, wong aku orang Indonesia!!”
Kedatanganku kali ini sudah diketahui oleh Kenji, tetapi aku minta agar dia tidak usah menjemputku karena aku bersama rombongan resmi, walaupun cuman berempat, selain itu dari Pihak OVTA (Overseas Vocational Training
Association), promotor kami (ceileh kayak mo tinju) telah menyiapkan jemputan bagi kami. Lagian aku kasihan pada Kenji yang harus jauh-2 dari Nagoya hanya sekedar datang untuk menjemputku dan setelah itu harus kembali lagi ke Nagoya.
Selesai pengecekkan keimigrasian, aku mengambil suitcase dan bergegas mengikuti teman-2 rombongan yang sudah mendahului menuju lobby. Sementara aku menandatangani tanda terima “uang saku” dari OVTA yang disodori Ms. Wakako, sekonyong-konyong terasa ada yang menarik lengan hemku. Ketika aku berpaling..
Artikel Terkait
KENJI berdiri disana dengan senyum lebar from ear to ear sehingga matanya nyaris tinggal segaris lurus!! Ah mata itu, aku demen buanget ama matanya yang berbentuk api lilin dengan kebeningan yang menyiratkan kehangatan dan kekocakkan yang tersimpan didalamnya.
Sesaat aku tercekat karena tidak berharap akan bertemu Kenji di Narita Airport. Instead of shake our heads (bowing maksudne), Kenji embraced me, dan aku bisa membaui kesegaran Gucci Envy yang jadi ciri Kenji. Damnn..!!
Anak ini ngangenin bener. Tapi tentu aja, aku harus tidak hanyut dalam gestures mencurigakan karena selain mata-2 Japanese yang melintas memandang curious, ada teman serombongan yang rata-2 ngablak dan asal njeblak jika, Lanjut baca!













