Trading dan Investasi

ad1

Iklan Gratis

Cerita Ngentot Anal Janda Bidadari X 1

 Tradingan.com - Pagi itu seperti biasanya Lala bangun dari tidurnya. Sinar mentari dari jendela kamarnya telah menyilaukan matanya dan membuatnya bangun.

“Wah, kesiangan nih!” ujar Lala menggerutu.

Segera saja gadis kecil itu beregegas menuju kamar mandi. Setelah menanggalkan semua pakaiannya ia pun mulai menyirami seluruh tubuhnya. Lalu menyabuni satu persatu anggota tubuhnya mulai dari bagian atas hingga bawah. Ketika ia menyentuh bagian vitalnya, ia terkejut karena merasakan ada sisa cairan yang sudah mengering. Tapi ia tetap meneruskan mandinya. Ia buru-buru sekali pagi itu.


Sesampainya di sekolah semuanya berjalan seperti biasa. Pelajaran yang membosankan, guru yang menyebalkan, dan semua yang membuatnya jenuh. Hal itu tetap dijalani Lala dengan hati yang lapang. Namun sewaktu istirahat, ada sesuatu yang mengganggu pikiran Lala, yaitu ketika anak laki-laki di kelasnya berkumpul di pojok belakang kelas dan tersenyum senyum sendiri sembari membolak balik sebuah buku yang terkesan disembunyikan. Karena penasaran, Lala mendekati mereka dan menanyakan perihal tersebut.

“Eh, kalian lagi baca apaan sih?”, tanya Lala penasaran.
“Oh kamu La?!, mau tau aja bacaan cowok. Sana pergi!”Jawab Bombom mewakili kerumunan anak cowok itu.
Lala semakin penasaran. Namun ia tak kuasa untuk memaksakan keingintahuannya itu. Dengan berat hati, ia beranjak pergi meninggalkan kelas.

Ketika pulang sekolah, Lala langsung menuju kamarnya. Entah mengapa rasa penasarannya belum hilang juga. Sewaktu ia sedang merebahkan dirinya di kasur mendadak Ibu peri datang.
“Ada apa sayang? Kok kamu gelisah gitu?”, tanya Ibu peri.
“Bu peri, Lala masih penasaran sama kejadian tadi siang. Lala pengen tau apa sih yang mereka baca sampe Lala nggak boleh lihat”, ujar Lala lirih.
“Sayang, mereka itu membaca buku yang tidak baik. Buku bacaan buat orang dewasa. Untunglah kamu tidak ikut membacanya”, jawab Ibu peri sembari tersenyum.
“Emangnya buku apaan sih?”, tanya Lala lagi.
“Ntar kalau kamu udah gede, kamu akan mengerti sendiri”, balas Ibu peri.
Lala mengangguk, lalu Ibu peri menghilang dari pandangan Lala. Tak lama kemudian terdengar suara Bi Inem memanggil Lala untuk segera turun makan.

Keesokan harinya di sekolah, Lala menerima pelajaran Biologi di kelas. Hari itu mereka belajar mengenai sistem reproduksi manusia. Sewaktu Ibu guru menjelaskan mengenai alat-alat reproduksi manusia, sekelompok anak lelaki tampak tersenyum cengengesan. Hal itu membuat Lala menjadi risih. Mendadak Ibu guru memnggil namanya.

“Lala, coba kamu maju ke depan. Gambarkan alat reproduksi laki-laki!”, ujar Ibu guru.
“Saya Bu?”Jawab Lala gelagapan.
“Iya, kamu!”, Bu guru mempertegas suaranya.

Sontak saja suasana kelas menjadi riuh. Anak lelaki semuanya menertawakan Lala. Hal itu membuat Lala semakin grogi dan gemetaran untuk maju ke depan.

“Kenapa kalian tertawa?”, suara Bu guru memecah keramaian.

Anak-anak terdiam. Mereka menundukkan muka masing-masing. Sementara Bombom cs masih terlihat menahan senyum sembari saling melihat satu sama lain. Bu guru menjadi kesal dibuatnya.

“Coba kamu Bom, maju ke depan. Gambarkan alat reproduksi wanita beserta fungsinya!”, ujar Bu guru lantang.
“I.. iya Bu”, jawab Bombom dengan kesal.

Lala dan Bombom lalu maju ke depan kelas. Keduanya tampak bingung karena tak tau harus menggambar apa. Terutama Lala, jangankan menggambar, melihat saja ia belum pernah. Sementara Bombom, walaupun ia pernah melihat gambar porno, tetapi ia bingung bagaimana cara menggambarkannya di depan tanpa terkesan vulgar. Di saat keduanya terdiam, bel sekolah mendadak berbunyi menyelamatkan mereka. Wajib baca!

No comments :

Post a Comment

Leave A Comment...

ad2

Chord dan Lirik

Explore Indonesia